Logo
MASJID AL IKHLAS
Deskripsi / Slogan Masjid Anda
image

اَلْحَمْدُ ِللهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Perlu kita sadari, dalam perjalanan hidup ini, takwa kepada Allah adalah fondasi yang kokoh yang membimbing kita menuju kebahagiaan dan kesuksesan sejati. Menguatkan takwa kepada Allah bukanlah sekadar sebuah kewajiban, tetapi juga sebuah kebutuhan spiritual yang mendalam.  Allah swt dan ajaran Nabi Muhammad saw telah memberikan kita petunjuk yang jelas tentang ketakwaan melalui Al-Quran dan hadits untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dengan taat kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, kita akan meraih kedamaian batin dan berjalan di jalan yang lurus yang menuju kepada-Nya. Baca Juga: Khutbah Jumat: Tantangan Puasa Ramadhan di Era Digital   Oleh karena itu pada kesempatan khutbah kali ini, mari kita menguatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 102: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ  Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” Selain penguatan ketakwaan, pada kesempatan kali ini mari kita senantiasa bersyukur kepada Allah swt atas nikmat yang telah dianugerahkan dalam kehidupan ini. Di antaranya, Alhamdulillah, kita telah memasuki masa akhir Ramadhan.  Bulan yang penuh berkah ini telah memberikan kita kesempatan yang sangat berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, meningkatkan ibadah, serta memperbaiki diri secara spiritual dan moral. Saat kita merenung dalam tahapan akhir bulan suci ini, penting bagi kita untuk memahami arti dan pentingnya menjalani hari-hari terakhir dengan penuh keikhlasan dan refleksi diri. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Baca Juga: Khutbah Jumat: Cara Tingkatkan Kualitas Puasa Ramadhan   Masa akhir Ramadhan sering kali dipandang sebagai momen penutup yang penuh kesedihan bagi banyak umat Islam. Sebagian besar di antara kita merasa sedih karena kepergian bulan suci yang penuh berkah ini. Namun, di satu sisi, kita seharusnya menyambut masa akhir Ramadhan dengan hati yang penuh syukur dan kebahagiaan. Pasalnya, di masa ini terdapat peluang emas untuk meningkatkan amal ibadah kita dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Masa-masa ini adalah saat di mana kita dapat memperdalam hubungan spiritual kita dengan Allah swt melalui ibadah, dzikir, dan doa. Kesempatan untuk melakukan amalan kebaikan tidak akan terulang dalam waktu yang sama. Kita diperintahkan untuk mencari malam Lailatul Qadar untuk mendapatkan pahala ibadah setara dengan 1.000 bulan atau sekira 83 tahun 3 bulan. Rasulullah bersabda dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah: مَن قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إيمَانًا واحْتِسَابًا، غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ Artinya: “Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan (penuh) keimanan dan pengharapan (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Masa akhir Ramadhan juga merupakan saat yang ideal untuk melakukan refleksi dan introspeksi diri. Kita dapat merefleksikan perjalanan kita selama bulan Ramadhan ini: apakah kita telah memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya? Sudahkah kita meningkatkan kualitas ibadah kita? Apakah kita telah berbuat baik kepada sesama? Introspeksi ini juga memberi kita kesempatan untuk melihat ke dalam diri kita sendiri, mengevaluasi kekurangan dan kesalahan yang telah kita lakukan, serta membuat komitmen untuk memperbaiki diri di masa yang akan datang. Dengan melakukan introspeksi ini, kita dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya, menjadikan diri kita lebih baik sebagai hamba Allah swt. Allah swt berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ  Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr: 18) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Sementara kita memasuki masa akhir Ramadhan, kita juga harus mulai mempersiapkan diri untuk menyambut Idul Fitri. Persiapan ini tidak hanya terbatas pada persiapan fisik seperti membeli pakaian baru atau menyusun menu lebaran, tetapi juga persiapan spiritual. Penting bagi kita untuk membersihkan hati dari segala bentuk kebencian, iri hati, dan prasangka buruk. Idul Fitri adalah momen untuk saling memaafkan pada sesama, menjalin kembali hubungan yang terputus, serta mempererat tali persaudaraan. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk membersihkan hati dan menjaga hubungan baik dengan sesama umat manusia. Selain itu, kita juga harus memastikan bahwa kita membayar zakat fitrah tepat waktu agar dapat membantu mereka yang membutuhkan untuk merayakan Idul Fitri dengan bahagia. Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu untuk membayar sebagai bentuk solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Ibadah ini juga yang menjadi penentu kesempurnaan puasa kita. Rasulullah bersabda: شَهْرُ رَمَضَانَ مُعَلَّقٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلاَ يُرْفَعُ إلَى اللهِ إلاَّ بِزَكَاةِ الفِطْرِ Artinya: “(Puasa pada) bulan Ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah kecuali dengan zakat fitrah.” (HR Ibn Syahin) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Masa akhir Ramadhan adalah waktu yang sangat berharga yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Melalui refleksi, introspeksi, dan persiapan menyambut Idul Fitri, kita dapat memperdalam hubungan spiritual kita dengan Allah swt, memperbaiki diri, dan membantu sesama.  Semoga kita semua dapat menjalani masa akhir Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran, serta menyambut Idul Fitri dengan hati yang bersih dan bahagia.  بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، َأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.